Sunday, April 1, 2012

It’s not the goodbye that hurt, but the flashback that follows.

Dia berfikir... Banyak orang yang berpresepsi membuat pilihan berarti harus meninggalkan salah satu dari pilihan tersebut. Padahal ga selamanya kaya gitu, for a simple example,
Kita nggak bisa memaksakan perasaan seseorang untuk menyukai kita. Lalu yang bisa kita lakukan setelah itu merelakan, berharap supaya dia bahagia. Baik memilih merelakan maupun berharap supaya dia bahagia itukan bukan berarti meninggalkan perasaan yang sudah ada.

Tapi salahkah, bodohkah, jika dia hanya berharap seseorang itu ada disampingnya dan cukup puas dengan diam-diam menyayanginya? Well, semua orang bebas merasakan dengan hanya menyimpan kan? Then in our own thought, we must have a different respond hahaha..

Sudah cukup lama, tapi masih harum dalam setiap ritme nafas yang menyertai lalu-lalangnya ingatan itu, seakan baru saja kejadian. Saat dia paham bagaimana rasanya mengetahui bahwa cinta yang dia miliki bertepuk sebelah tangan...dan kita tidak dapat melakukan apa-apa untuk mengubahnya.

Awalnya dia merasa gak nyaman, seperti kehilangan nyala lilin ditengah ruangan gelap. Tapi akhirnya dia sadar, bahwa sebenarnya nyala dari api lilin tersebut tak pernah dimilikinya.

Saat ini baginya tidak perlu ada penjelasan. Tidak perlu ada kata maaf. Karena baik dirinya maupun dia pasti sama-sama mengerti. Tapi terkadang dia merasa, kalau dia pergi begitu aja tanpa penjelasan apa-apa, selamanya dia akan terkandangi atas perasaan itu atau bahkan merasa bersalah pada dirinya sendiri.

Dan... Terkadang perasaan-perasaan itulah yang ngebuktiin kalau orang tersebut masih punya makna yang mendalam, baginya.
Dia tidak pernah mengungkapkannya. Dia tidak pernah bertanya. Tapi mengetahui, jika keputusan orang tersebut pergi dan menjauh dari hidupnya sudah final, juga membuatnya merasa sedih.

Kini, ditengah kebosanannya mengisi insomnia yang menyerangnya dan rasa tidak nyaman yang membuat kepalanya terasa kosong namun menyesakkan dada, dia hanya tersenyum, senyum seseorang yang sedang mengenang tahun-tahun sebelumya tanpa pernah menganggapnya sebagai sesuatu... yang harus disesali.

“If there should be one decision I regret, it’s definitely not about U.” –Winna.




Tenderness smile,
ILP

No comments:

Post a Comment